Gunung Bromo telah dikenal sebagai salah satu tujuan wisata internasional di Jawa Timur, Indonesia. Karakteristik
geologi yang lanskap, unik dan indah telah magnet kuat yang menarik wisatawan
untuk datang dan melihat keindahannya sendiri. Dikelilingi oleh lautan pasir dan juga savana di sisi selatan, bersama dengan asap yang keluar dari kawah, Gunung Bromo menawarkan pemandangan yang sempurna kepada pengunjung. Matahari terbit di Gunung Bromo juga dikatakan salah satu yang paling indah di dunia.Selain keindahan luar-nya, Gunung Bromo juga memiliki daya tarik yang tinggi dari budayanya. Lebih dari 500.000 penduduk di sekitar Daerah Gunung Bromo Tengger memiliki kelompok etnis yang berbeda. Mereka sebagian besar adalah Hindu, sedangkan sebagian besar orang yang tinggal di daerah-daerah tetangga Muslim. Mereka dikatakan keturunan kerajaan Majapahit yang melestarikan keyakinan Hindu mereka.Setiap setahun sekali, orang Tengger merayakan festival yang disebut Yadnya Kasada, yang mewakili arti dari Gunung Bromo untuk suku ini. Ini adalah festival yang diselenggarakan setiap tanggal 14 Bulan Kasada menurut kalender lunar tradisional Hindu. Berdasarkan
kepercayaan lokal, festival ini berasal dari legenda kuno Roro Anteng,
putri seorang raja dari kerajaan Majapahit, dan Joko Seger, putra dari
Brahmana. Nama suku Tengger juga berasal dari Roro Anteng dan Joko Seger (Tengger). Pasangan ini tak memiliki anak setelah bertahun-tahun menikah. Suatu
hari mereka berdoa kepada Sang Hyang Widhi (Tuhan bagi pemeluk agama Hindu) untuk memohon diberikan anak-anak dan
bersumpah bahwa mereka akan membuang anak terakhir mereka ke kawah
sebagai pengorbanan manusia. Singkat cerita, mereka akhirnya dikaruniai 25 anak dan anak terakhir dikorbankan untuk Dewa. Tradisi mempersembahkan korban ke gunung berapi berlanjut sampai saat ini. Orang-orang Tengger sekarang mengorbankan tanaman, sayuran, ayam, atau kambing ke kawah Gunung Bromo bukan melemparkan manusia.Tahun ini Yadnya Kasada festival akan diselenggarakan pada 31 Juli s/d 1 Agustus. Namun, satu hari sebelum upacara dilakukan, tanggal 30 Juli adalah hari ulang tahun Pura Agung Poten itu.
Powered by Blogger.
Portal Informasi Wisata Kuliner Probolinggo Kota/Kabupaten dan Sekitarnya
Terpopuler
Wednesday, 29 July 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Recent
Weekly
-
Form Pendaftaran Member Wiskuler
-
Margarin dan Mentega Tak sedikit yang masih mengganggap margarin dan mentega sama saja. Padahal fungsinya jauh berbeda, lho. M...
-
Foto: Copyright baksokotacakman.com Jika orang mengenal rendang Padang, pempek Palembang, dan gudeg Jogya, maka untuk bakso, masyara...
-
Kota Probolinggo memiliki sebuah acara wajib untuk di hadiri dan sayang untuk dilewatkan, SEMIPRO (Seminggu Di Probolinggo) acara ini be...
-
Testimoni Nasi Goreng dan Gado-Gado NicMat oleh Mpok Lee Na :D salah satu admin Wisata Kuliner Probolinggo berikut isi testimoninya: S...
-
Bagi Anda penggemar roti putih, tak ada salahnya untuk mempertimbangkan kembali pilihan Anda. Walaupun dari segi tampilan dan rasa sedi...
-
Salah satu jenis rempah-rempah yang satu ini memilik bentuk butiran kecil dengan kulit yang kasar dan beraroma khas. Dibalik butirannya...
-
JASUKE (perpanjangan kata dari JAgung SUsu KEju) Kedai Jasuke 3000 Probolinggo Bagi anda penggemar makanan yang sehat dan men...
-
Warna buah yang hijau dengan kulit yang berbulu berwarna coklat, dan dengan rasa yang aga k asam namu segar, itu adalah gambaran dari...
-
Kripik Keju Lagi-lagi Wiskul-Pro akan mencoba menghadirkan berbagai resep praktis yang bisa praktekkan. Resep-resep ini sangat pas bag...

0 Comment to "Festival Yadnya Kasada 2015"
Post a Comment